Mas Dar ini menegaskan bahwa terkait program MBG, pihaknya mengikuti segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah maupun provinsi.
"Intinya kami mengikuti pengumuman dari pemerintah daerah. Libur, tidak libur, itu kita mengikuti. Pertimbangannya, kami tidak pernah kemudian memaksa demi MBG walaupun karhutla bukalah sekolah, enggak," katanya.
"Kami intinya menyerahkan (kewenangan) SMA itu di pemerintah gubernur, kemudian SD, SMP kan di bupati/wali kota, kami serahkan, begitu libur, kemudian MBG mengikuti," lanjutnya.