Namun kondisi tersebut perlu dipahami dalam konteks nasional, mengingat kebutuhan gizi anak di setiap daerah tidak sama. Oleh karena itu evaluasi program perlu mempertimbangkan kondisi peserta didik di berbagai wilayah, termasuk daerah yang masih menghadapi tantangan pemenuhan gizi.
"Kita tidak bisa mengukur keadaan siswa itu berdasarkan keadaan siswa yang ada di ibu kota atau di kota-kota besar. Ini secara agregat keseluruhan seluruh Indonesia," ucap Sudaryono.
Selain itu, menurutnya, MBG lebih dari sekadar menyediakan makanan. Program prioritas nasional itu diharapkan menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang.