Sudaryono menilai pemahaman mengenai gizi belum merata di seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu keterlibatan guru dalam pelaksanaan program dinilai penting untuk memperkuat edukasi gizi kepada peserta didik.
"Bukan kok kita ngasih makan gurunya, melainkan gurunya diberikan (makanan) dalam rangka edukasi gizi, mengapa mesti ada serat, sayur, buah, mengapa mesti makan sayur, anak-anak yang enggak suka sayur, jadi harus suka dan lain sebagainya," tutur Sudaryono.
Ia berharap edukasi melalui lingkungan sekolah dapat membantu anak memahami pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang. Kebiasaan tersebut juga berpotensi terbawa hingga ke lingkungan keluarga.