"Untuk kejadian tadi pagi ada beberapa kali erupsi sebenarnya erupsi ini yang menerus jadi nggak ada semburan-semburan lava dan mungkin ini akan terus terjadi. Sampai tadi malam juga terpantau, tadi pagi masih terpantau dan ini mungkin akan terus terjadi," jelas Wijayanto.

Meski status Anak Krakatau masih dalam level siaga, Wijayanto menyebut secara frekuensi letusan gunung tersebut sudah mulai mengalami penurunan. Dia memprediksi puncak erupsi Anak Krakatau telah terlewati.

"Frekuensinya kita pantau dari aktivitas di permukaan kita ada monitoring petir juga masih ada aktivitas, namun sudah mulai menurun tidak seperti tanggal 4 (September) pukul 23 malam. Jadi ini sudah mulai menurun juga dan kita pastikan frekuensinya akan terus menurun dibandingkan tanggal 4 jam 23.07 WIB kemarin," pungkas Wijayanto.