NADIKABAR.COM β€” Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karthutla) karena dalam rapat terbatas pada Rabu (23/9) dirinya menyampaikan β€œroda kehidupan masyarakat berjalan normal" di tengah penanganan karhutla dan kabut asap di Kalimantan.

β€œSaya memahami penggunaan kata 'normal' dapat menimbulkan persepsi seolah-olah kondisi masyarakat tidak terdampak. Untuk itu saya perlu meluruskan bahwa kondisi karhutla masih memerlukan penanganan serius dan pemerintah tidak menganggap persoalan ini telah selesai,” katanya dalam akun Intagram resmi Suharyanto @suharyanto_shr di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan konteks kata "normal" yang dimaksud adalah indikator terbatas terkait aktivitas dasar masyarakat, seperti lalu lintas darat, perdagangan, dan pelayanan masyarakat, yang masih tetap berjalan.

Menurut dia, pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan bahwa kondisi lingkungan telah normal dan mengabaikan kondisi faktual terkait kesulitan dan penderitaan masyarakat terdampak.