NADIKABAR.COM — Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Dedi Prasetyo, membahas penataan lahan transmigrasi, penyelesaian konflik agraria, serta penguatan pemberdayaan rakyat agar tanah menjadi sumber penghidupan dan kesejahteraan bersama saat bertemu Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Pertemuan Kepala BRAN bersama Mentrans berlangsung di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta Selatan, Selasa (20/10).

Kepala BRAN menegaskan reforma agraria tidak boleh berhenti pada penataan aset dan pemberian akses terhadap tanah. Rakyat juga harus memperoleh dukungan agar mampu mengelola tanah secara produktif, mengembangkan usaha, dan meningkatkan taraf hidup.

"BRAN tidak hanya berbicara tentang akses dan aset tanah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana rakyat diberdayakan, mampu mengelola tanah secara produktif, dan memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Tanah harus menjadi sumber penghidupan dan kesejahteraan rakyat," ujar Dedi dalam keterangan resmi.

Dedi mengungkapkan Menteri Transmigrasi berharap penataan lahan transmigrasi dapat mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.