Untuk itu, BRAN dalam waktu dekat segera mendata dan membuat sistem reforma agraria guna memberikan kepastian mana lokasi yang dapat dibangun sebagai perumahan guna mendukung program 3 juta rumah.

"Yang pertama adalah sistem satu data reforma agraria. Ini penting, ini memberikan kepastian, salah satunya di Kementerian Perumahan, mana lokasi yang akan dibangun, baik untuk perumahan subsidi maupun yang nonsubsidi. Sehingga target pembangunan 3 juta rumah ini dapat terkoneksi," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) memberikan kepastian terkait masalah pertanahan, agar semua berjalan sesuai dengan peraturan yang ada.

"Intinya kepastian saja," kata Menteri PKP Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara usai mengadakan pertemuan dengan Kepala BRAN Dedi Prasetyo.