NADIKABAR.COM — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menantang kepada para peneliti di Indonesia untuk menyederhanakan bahasa riset kepada publik agar lebih mudah dipahami oleh khalayak.
Melalui keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin, Arif menegaskan kemampuan mengomunikasikan hasil riset kepada publik menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan literasi publik, sebab masyarakat tidak semuanya memiliki latar belakang keilmuan yang sama dengan para periset.
"Publik tidak bisa berada dalam satu bahasa dengan kita," kata Arif.
Kepala BRIN menegaskan peneliti dapat menggunakan bahasa dan tingkat abstraksi yang sesuai dengan keahlian peserta ketika berada dalam forum ilmiah.