NADIKABAR.COM — Jajaran kepala daerah di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) melakukan penandatanganan komitmen untuk penurunan dan pencegahan stunting di wilayah masing-masing.
Penandatanganan itu dilakukan saat Rapat Konsolidasi Teknis (Rakortek) dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Semarang, Selasa.
Rakortek stunting tersebut digelar Kementerian Sekretariat Negara melalui Sekretariat Wakil Presiden bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan, Peningkatan Kesejahteraan, dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Setwapres Eddy Cahyono Sugiarto mengatakan rakortek itu berlangsung secara hybrid.
Menurut dia, rakortek itu penting untuk melakukan evaluasi dan menentukan arah ke depan dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
"Jadi, untuk melaksanakan pencegahan dan percepatan stunting, kita memerlukan komitmen politik dari semua pemimpin di daerah," katanya.
Untuk itulah, kata dia, percepatan penurunan stunting menjadi skala prioritas dan komitmen kepala daerah, OPD, dan pemangku kepentingan terkait menjadi satu kata kunci untuk memastikan semua berjalan seperti yang diharapkan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan teori penanganan stunting sejak awal hingga sekarang tidak mengalami perubahan dan sesuai dengan strategi-strategi yang disiapkan.
Namun, kata dia, teori saja tidak akan cukup kuat untuk mengoptimalkan langkah pencegahan dan percepatan penurunan stunting tanpa didukung komitmen yang kuat, terutama dari kepala daerah.
"Yang sekarang yang kita minta apa? Komitmen. Bagaimana seorang pejabat publik punya rasa 'sense of crisis' terkait dengan stunting," katanya.
Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono mengatakan rakortek itu momentum strategis untuk menyatukan komitmen dan sinergi nyataantara pemerintah pusat dan seluruh kepala daerah di Indonesia.
Sebagai garda terdepan pembangunan, kata dia, peran pemerintah daerah sangat krusial dalam menggerakkan seluruh potensi wilayah, mengawal anggaran, serta memastikan intervensi gizi tepat sasaran hingga ke tingkat desa.
Menurut dia, perjuangan menurunkan stunting bukan sekadar mengejar target angka, melainkan tanggung jawab moral bersama untuk menyelamatkan masa depan bangsa.
"Kita yakin dengan kepemimpinan yang kuat, kolaborasi lintas sektor yang solid, serta eksekusi program yang cepat dan tepat, tantangan stunting ini mampu kita atasi demi kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing," katanya.
Pada rakortek tersebut, jajaran kepala daerah di wilayah Jateng hadır langsung, sedangkan yang lainnya mengikuti secara daring, termasuk penandatanganan komitmen secara digital.