Dia menambahkan bahwa tujuannya adalah agar Iran dapat "mengatasi kekurangan gas di dalam negeri, sekaligus memfasilitasi penjualan gas Rusia ke negara-negara tetangga".

Meskipun merupakan produsen utama, Iran telah sejak lama mengalami kekurangan gas alam, yang sangat penting untuk mengoperasikan sistem pemanas. Kondisi ini diperparah oleh perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu.

Selama fase pertempuran paling sengit, yang menurut Teheran berlangsung hampir 40 hari, Washington dan Tel Aviv menyerang infrastruktur penting Iran, termasuk kilang gas alam.