Agus menyebut, kepala sekolah kemudian menghampiri anaknya dan mengacungkan tangan dalam posisi mengepal. Agus menegaskan, berdasarkan cerita yang diterimanya, anaknya tidak sampai mengalami kekerasan fisik.
"Enggak sampai dipukul. Jarak berapa ya, sekitar 10 meteran. Pas enggak sengaja mergoki," ujarnya.
Sejak kejadian tersebut, Agus mengaku anaknya menjadi lebih takut dan kerap meminta agar ayahnya segera menjemput.
"Kalau pas berangkat sekolah kadang cuma pesan, 'Jemputnya jangan lama-lama.' Intinya ya mungkin trauma, Mas. Takutnya kalau enggak cepat-cepat disusul mungkin lihat lagi," ungkapnya.
Sebagai orang tua, Agus berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia juga meminta agar pihak terkait mengambil tindakan terhadap kepala sekolah dan guru yang disebut dalam pengakuan anaknya.
"Harapan saya mudah-mudahan enggak sampai terulang lagi. Dan yang nomor satu ya itu, pemecatan kepala sekolah sama Bu Gurunya," kata Agus.