Soal biaya perawatan para siswa terdampak, Kang Marhaen mengaku Pemkab Nganjuk terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kami terus berkoordinasi dengan BGN. Kalau biayanya dari BGN, tentunya kami terima kasih. Tapi intinya, kami dari Pemkab Nganjuk siap mensupport biaya pengobatannya," tandas Kang Marhaen.

Sebelumnya, 127 orang terdiri dari siswa, guru, staf sekolah hingga orangtua siswa tersebut keracunan setelah menyantap menu MBG berupa nasi goreng, tahu bulat, ayam suwir, telor dadar, acar dan semangka. Menu itu merupakan olahan SPPG Begadung 2 Nganjuk.