Akibat keributan tersebut, sejumlah pekerja mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Adapun, AW mengalami luka pada bibir, mata, pipi, tangan kanan, dan kaki kiri.
Ada pula pekerja berinisial RBB yang mengalami luka pada bagian alis, pinggul, lengan kiri, serta luka dan lebam pada kedua kaki. Sementara FRM dilaporkan mengalami luka pada mata kiri, hidung, dan bagian belakang kepala.
Para korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, peristiwa tersebut akhirnya merenggut nyawa AW pada Jumat (11/9) malam.
Saat ini, jenazah AW masih disemayamkan di kamar jenazah RSUP Prof Ngoerah, Denpasar. Menurut Adi, ayah kandung AW telah mengajukan persetujuan untuk dilakukan autopsi.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, yakni pisau, besi pipa, batako, ember, hingga kayu. Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap masing-masing terduga pelaku.