NADIKABAR.COM — Kerja sama industri kuliner Indonesia dan China terus berkembang melalui pertukaran pengetahuan, pelatihan chef, pendidikan vokasi, hingga penjajakan peluang bisnis di sektor pangan kedua negara.
Sebanyak 10 perusahaan makanan China berpartisipasi dalam Festival Perdagangan Bahan Makanan Global Indonesia Liangzhilong (Liangzhilong Indonesia Global Food Ingredients Trade Festival), yang diadakan pada 16-19 September di Jakarta sebagai bagian dari upaya untuk memperluas pertukaran dan kerja sama di industri pangan antara kedua negara.Lu Yunze, kepala divisi bisnis luar negeri Liangzhilong Group, mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi di sejumlah sektor, termasuk bumbu, mesin pengolahan makanan, bahan makanan, makanan kemasan, dan rantai pasokan katering.Pertukaran kuliner antara kedua negara juga telah diperluas melalui pendidikan dan pelatihan. Pada Juni, lebih dari 50 mahasiswa dari Politeknik Pariwisata Bali mempelajari teknik memasak kuliner Gan, masakan khas Provinsi Jiangxi di Tiongkok timur, langsung dari para chef asal provinsi tersebut.Deng Dan, seorang master chef asal Tiongkok yang juga menjabat sebagai sekretaris jenderal Asosiasi Promosi Pengembangan Industri Kuliner Gan Jiangxi (Jiangxi Gan Cuisine Industry Development Promotion Association), mengatakan kepada Xinhua di Nanchang pada 11 September bahwa masyarakat di Bali dan Jiangxi memiliki selera yang serupa, terutama dalam hal kesukaan terhadap makanan pedas.
"Kami hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat," kata Deng.