Penumpang wanita itu hendak dievakuasi keluar KRL karena belum ada yang tahu bahwa dia hendak melahirkan. Kabar tersebut membuat penumpang lain terkaget.
Saat kereta tak jalan itu, Iman sempat meminta saran kepada istrinya tentang apa yang bisa yang dilakukannya. Dia diminta untuk menjaga jarak agar tetap ada sirkulasi udara di sekitar wanita yang hendak melahirkan.
Proses persalinan juga dibantu para penumpang wanita lain yang gerak cepat (gercep). Bayi pun lahir.
"Di situ emak-emak pada gercep banget. Mereka tuh pada datang di situ pada ngebantu, proses persalinannya benar-benar secepat itu. Gak sampai 5 menit tuh anak udah keluar gitu loh. Secepat itulah masya Allah lah," ceritanya.
Setelah lahiran, dilakukan proses pemotongan ari-ari si bayi. Kemudian bayi itu dibawa keluar kereta.
"Akhirnya setelah bayinya itu udah teriak nangis gitu ya kenceng, barulah dinyatakan kayak udah cukup oke gitu keluar dari gerbong. Akhirnya ya si ibu dan anak itu keluar dari gerbong dibawa sama si petugasnya," tuturnya.
Seorang penumpang wanita melahirkan di commuter line saat melintas di Stasiun Rawabuntu. Penumpang wanita itu melahirkan anaknya dengan selamat.