Dalam sebuah pernyataan, Flydubai menyatakan bahwa penyebab pasti peristiwa itu belum diketahui. Seorang pejabat Israel mengidentifikasi kopilot tersebut sebagai warga negara Oman.
Seorang juru bicara Netanyahu mengatakan kepada Reuters bahwa kapten yang terluka-yang diidentifikasi oleh kantor pemimpin Israel tersebut sebagai Smit Machchhar, seorang warga negara India-tergeletak bersimbah darah di lantai saat ia berhasil menekan tombol pelepas untuk membuka pintu kokpit. Para penumpang yang masuk mendapati kopilot sedang memukuli panel kendali pesawat.
"Ini adalah tindakan yang dilakukan tanpa berpikir panjang; Anda hanya berlari untuk menyelamatkan nyawa putri Anda, nyawa keluarga Anda," ujar Asaf Rajuan, salah satu penumpang yang turut melumpuhkan pelaku penyerangan.
Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu buka suara terkait insiden pesawat flydubai tujuan Israel dari Dubai, Uni Emirate Arab (UEA), yang tiba-tiba dialihkan ke Arab Saudi. Ia menyebut sang pilot hendak menjatuhkan pesawat dan membunuh para penumpangnya.
Dilansir AFP, Rabu (30/9), para penumpang memberikan keterangan serupa mengenai insiden di dalam pesawat. Mereka menggambarkan adanya perebutan kendali setelah pesawat tiba-tiba menukik tajam, kehilangan ketinggian sekitar 17.000 kaki dalam waktu satu menit, menurut situs web Flightradar24.
Flydubai menyatakan seluruh penumpang 174 orang, di mana 166 orang di antaranya adalah warga Israel, dalam keadaan selamat. Dalam pernyataannya, flydubai juga belum mengetahui penyebab keributan di dalam pesawat.