Suasana tenang dan kicauan burung yang masih terdengar selama perjalanan menyusuri tepi sungai membuat perjalanan terasa tidak melelahkan.

Dalam perjalanan menyusuri pinggiran sungai juga terdapat beberapa area landai yang bisa digunakan untuk berkemah. Tentu, dengan tetap menjaga kawasan yang sudah dirawat oleh pengelola. Kalau beruntung, traveler bisa melihat sejumlah satwa yang berkeliaran secara bebas di area centhung maupun air terjun.

Pemilik lahan Centhung Blumbang, Edi Sukatno, membeberkan bahwa masih ada satwa seperti burung-burung, lutung, hingga rusa di kawasan itu. Jalur setapak menuju Air Terjun Pringgodani masih berupa bebatuan dan tanah. Terdapat beberapa jalur yang curam dan menanjak, sehingga perlu persiapan fisik sebelum berangkat ke sini.

Sensasi jalurnya pun diakui pengunjung cukup menantang. Wisatawan berusia 19 tahun asli Jumantono, Aziz, mengatakan memang menyukai kegiatan di alam dan tertarik dengan pemandangan di kawasan ini.

"Sangat menarik ya, tentunya saya juga sangat suka pergi ke alam dengan pemandangan dan panorama yang sangat mempesona bagi saya, dan juga trekking jalannya juga ke sini cukup menantang, jadi tambah menarik untuk ke sini lagi," kata Aziz saat dijumpai NadiKabar, Minggu (30/08/2026).