Pria yang mengalami kesulitan keuangan yang berkepanjangan juga menunjukkan kinerja yang lebih buruk pada tes kognitif di usia 53 tahun dibandingkan dengan teman wanita mereka.
Menurut para peneliti, ada beberapa kemungkinan alasan dari perbedaan ini. Pria yang kurang beruntung mungkin lebih cenderung terlibat dalam perilaku yang tidak sehat, seperti merokok dan penyalahgunaan alkohol, dibandingkan para wanita. Pria di generasi tersebut juga mengalami tekanan finansial yang berbeda karena mereka cenderung menjadi pencari nafkah utama dalam kelompok kelahiran tahun 1946 ini.
Salah satu kemungkinan dari alasan dari keterkaitan stres keuangan dan kesehatan tak adalah peradangan. Stres kronis bisa memicu peradangan, yang diketahui bisa berkontribusi pada penuaan otak yang lebih cepat.
Kekhawatiran terus-menerus tentang keuangan juga dapat meningkatkan beban kognitif. Terus-menerus memikirkan uang dan tagihan dapat menguras sumber daya mental, sehingga mengurangi kapasitas yang tersedia untuk tugas-tugas kognitif lainnya.