NADIKABAR.COM — Panggung Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi wadah bagi Indonesia untuk menyampaikan dua pesan yang sekilas berbeda, yakni memperkuat ketahanan nasional dan mempertahankan dukungan terhadap Palestina.
Namun, kedua isu tersebut bertemu dalam satu gagasan besar yang dibawa Menteri Luar Negeri Sugiono.
Dalam pidatonya pada Debat Umum Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, Sabtu (26/9) waktu setempat, Sugiono menempatkan ketahanan nasional sebagai fondasi bagi ketahanan kawasan sekaligus sistem multilateral yang lebih tangguh.
Ia mengawali paparannya dari konsep ketahanan nasional yang dikembangkan Indonesia sejak tahun 1960-an untuk menjaga jati diri, melindungi kedaulatan dan persatuan, serta memastikan pembangunan tetap berjalan di tengah berbagai tantangan.