"Hari ini, alhamdulillah dokter di sini bilang anak saya sudah lebih baik kondisinya," kata Rindung, saat ditemui setelah menjalani pemeriksaan.

Baginya, kehadiran rumah sakit kapal bukan sekadar menyediakan pengobatan gratis, melainkan juga memberikan kesempatan bagi anaknya untuk mendapatkan penanganan medis yang sebelumnya sulit dijangkau.

Pengalaman Rindung menggambarkan persoalan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah kepulauan, yakni keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, terutama untuk kebutuhan pemeriksaan dan penanganan oleh dokter spesialis.

Relawan dokter dari Indonesia Healthcare Corporation (IHC), dr Nunung Agustiarini, mengatakan penyakit kulit menjadi salah satu keluhan yang banyak ditemukan selama pelayanan kesehatan di Kepulauan Kei.