NADIKABAR.COM — Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Bachtiar Najamudin menilai bonus demografi harus dimanfaatkan sebagai aset untuk mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Kita berharap bonus demografi yang besar tidak menjadi beban atau liability, tetapi justru menjadi peluang sekaligus aset dalam membentuk generasi Indonesia Emas 2045," kata Sultan saat kuliah umum di Universitas Bengkulu (Unib), Bengkulu, Kamis.
Dia mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi secara optimal.
Generasi muda kata Sultan perlu memiliki kapasitas dan kepedulian terhadap persoalan pembangunan agar dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Sultan saat memotivasi mahasiswa Universitas Bengkulu mengingatkan agar mahasiswa berani menetapkan cita-cita tinggi dan tidak menjadikan latar belakang daerah sebagai penghalang untuk meraih kesempatan di tingkat nasional.
"Tidak ada yang tidak mungkin. Dari Bengkulu, saya bisa menjadi Ketua DPD RI, salah satu lembaga tinggi negara. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk memajukan daerah dan berkontribusi bagi bangsa,” kata dia.
Dia mendorong mahasiswa untuk terus belajar, bekerja keras, dan meningkatkan kemampuan diri agar mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Sultan juga menjelaskan gagasan Green Democracy atau demokrasi hijau yang saat ini dikembangkan bertujuan menjawab berbagai tantangan pembangunan Indonesia, mulai dari tingginya biaya politik, besarnya bonus demografi, hingga ancaman perubahan iklim.
Menurut dia demokrasi perlu berjalan seiring dengan pembangunan berkelanjutan sehingga kemajuan politik dan ekonomi tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup serta kepentingan generasi mendatang.