NADIKABAR.COM — Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, geram dengan banyaknya camat dan kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati yang tidak hadir saat sidang paripurna. Ali akan memanggil para camat dan kepala dinas dipanggil untuk klarifikasi.

"Tapi kita lihat tingkat kehadiran banyak camat tidak hadir memenuhi undangan tersebut dari 21 yang kami undang, yang ada di tempat 6 camat. Kemudian banyak OPD yang tidak hadir," kata Ali kepada wartawan selepas sidang paripurna di DPRD Pati, Senin (14/9/2026).

"Kalau mereka entah sudah bosan, atau males jadi camat ya membuat pengunduran diri, masih banyak ASN yang sanggup menjadi camat," sambungnya.

Ali mengatakan agenda sidang paripurna hari ini ada dua pembahasan. Pertama penyampaian nota keuangan APBD perubahan Kabupaten Pati 2026 yang disampaikan saudara Plt Bupati Pati. Kedua persetujuan prakarsa rancangan perda bantuan hukum untuk masyarakat Kabupaten Pati yang diprakasai oleh Komisi A.

Akan tetapi momen sidang paripurna yang penting ini, justru banyak camat dan kepala dinas yang tidak hadir. Bahkan beberapa yang hadir pulang terlebih dahulu meski sidang paripurna masih berlangsung.

"Kami pimpinan DPRD seluruh anggota DPRD menyayangkan sikap kepala OPD dan camat yang tidak hadir," ungkap Ali.

Padahal kata dia, sidang paripurna ini membahas yang cukup penting yang berkaitan dengan APBD.

"Ini membahas APBD yang sebagai pengguna anggaran mereka bukan kami. Kami hanya membahas atas masukan mereka bukan masukan kami dalam RAPB perubahan. Tapi mereka banyak yang tidak datang," jelasnya.

Oleh karena itu Ali meminta kepada Komisi A yang membidangi pemerintahan agar memanggil camat dan kepala dinas yang sering bolos saat sidang paripurna.

"Kami melalui komisi A telah menyampaikan untuk memanggil seluruh camat dan OPD, alasan kenapa tidak hadir tanpa memberitahukan, bahkan ini sudah sering," ujarnya.

Ali bahkan meminta kepada camat dan kepala dinas yang sering bolos dan malas agar mengundurkan diri saja. Menurutnya banyak ASN yang bisa bekerja dengan baik.

"Kalau memang tidak sanggup ya mengundurkan diri. Wong Plt Bupatinya saja masih setia, menunggu sampai selesai acara, OPD banyak tidak hadir banyak yang pulang duluan, ini sangat kami sayangkan. Tidak ada loyalitas mereka terhadap pimpinan. Saya takut kalau tidak loyal kepada pimpinan, Kabupaten Pati akan carut marut terus," Ali melanjutkan.

Kesempatan yang sama, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan akan memberikan sanki kepada camat dan kepala dinas yang tidak hadir saat paripurna sore tadi.

"Pasti ada sanksi, nanti akan cek izinya seperti apa. Justru itu ini kami dapat masukan yang baik, ini menjadi masukan kepada kita hasil ini akan kita tindaklanjuti untuk kepala Dinas dan Camat yang tidak hadir dalam acara yang sangat penting ini," tambah Chandra ditemui di DPRD Pati sore tadi.