"Kemarin kita monitor bersama, ada yang menggunakan pada saat seleksi itu ada yang menggunakan kamera, ada yang menggunakan orang lain, dan seterusnya. Dari tahun ke tahun masih ada, tapi saya percaya bahwa dari tahun ke tahun pun juga cara pembenahan yang sudah dilakukan pun juga sudah luar biasa," ucapnya.
Setyo menyebut jika dibiarkan, maka kebiasaan tersebut menjadi masalah besar. Seseorang tidak akan bisa membedakan mana baik atau jahat perlakuan.
"Nah, kalau kita biarkan ini jadi masalah besar. Bahkan saya mengutip istilahnya Prof Nasaruddin Umar, ini akan jadi monster ya, bukan hanya sekedar bermasalah di kemudian hari, tapi bisa jadi monster nantinya," katanya.
"Kenapa jadi monster? Karena dia karakternya yang tadi disebutkan di slide sebelumnya nggak ada. Dia tidak tahu mana baik mana buruk, mana jahat mana baik dan seterusnya, yang dia tahu adalah tujuan ya, tanpa memperhatikan karakter kepribadian dan sebagainya. Nah ini yang akan membahayakan," lanjutnya.