NADIKABAR.COM — Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyambangi PT Pindad (Persero) di Bandung, Jawa Barat. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung perkembangan industri pertahanan nasional sekaligus mendukung pertahanan dan keamanan negara.

Muzani datang bersama Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Eddy Soeparno, Senin (23/9/2026). Rombongan juga didampingi Ketua Komisi Kajian Konstitusi (K3) MPR Taufik Basari, para pimpinan K3 MPR, Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi Setjen MPR RI Heri Herawan, serta jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI.

Rombongan Pimpinan MPR diterima langsung Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa beserta jajaran direksi. Pertemuan kemudian diisi dengan diskusi mengenai perkembangan industri pertahanan, produksi persenjataan, hingga rencana pengembangan Pindad ke depan.

Usai pertemuan, Ahmad Muzani mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya MPR memastikan industri strategis yang memiliki peran dalam pertahanan negara dapat berjalan optimal.

"Salah satu tugas MPR adalah memastikan bahwa NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia, terjaga dengan baik dan solid. Kedatangan kami hari ini ke PT Pindad adalah memastikan bahwa perusahaan yang diberi mandat untuk menjalankan pertahanan dan keamanan negara berjalan dengan baik," ujar Muzani.

Menurut Muzani, produksi PT Pindad diarahkan untuk mendukung upaya mempertahankan kedaulatan negara. Dia mengatakan pihaknya mendapat penjelasan mengenai perkembangan perusahaan serta rencana pengembangan industri pertahanan ke depan.

"Tadi dalam dialog, tanya jawab, diskusi kami juga dijelaskan oleh Pak Dirut bahwa Pindad dalam kondisi on the track. Penjelasan-penjelasan itu meyakinkan kami bahwa Insyaallah NKRI akan tetap utuh dan Pindad akan menjadi kekuatan terdepan dalam upaya mempertahankan NKRI itu," katanya.

Muzani juga mengapresiasi rencana pengembangan PT Pindad hingga 2045. Menurutnya, paparan terkait perkembangan industri dan rencana produksi Pindad memberikan gambaran mengenai arah pengembangan industri pertahanan nasional.

Muzani menegaskan MPR akan memberikan dukungan terhadap pengembangan PT Pindad sebagai salah satu industri strategis nasional. Dukungan tersebut diharapkan dapat membuat Pindad semakin kuat dalam memenuhi kebutuhan pertahanan dalam negeri.

"Kita berikan support dan dukungan yang luar biasa untuk kemajuan Pindad supaya produksi industri strategis ini bisa tetap berkembang, makin kuat dan makin maju," ujarnya.

Dia juga menyoroti pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap sistem persenjataan dari luar negeri. Menurutnya, pengembangan teknologi pertahanan di dalam negeri perlu terus didorong agar mampu memenuhi kebutuhan persenjataan nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pimpinan MPR RI beserta delegasi. Dia menyebut kunjungan tersebut menjadi kehormatan bagi Pindad sebagai salah satu industri strategis nasional.

Sigit mengatakan pihaknya memaparkan berbagai produk yang tengah dikembangkan Pindad. Produk tersebut antara lain senjata, amunisi, kendaraan taktis, kendaraan operasional, hingga teknologi pertahanan masa depan.

"Dari mulai konvensional weapon system sampai ke smart weapon system, kita jelaskan tahapan-tahapan apa saja yang kita jalankan. Alhamdulillah Bapak Ketua dan jajaran men-support penuh upaya-upaya Pindad menjadi bagian dari komponen pendukung TNI," kata Sigit.

Terkait kebutuhan untuk pembangunan batalion baru, Sigit mengatakan Pindad terus melakukan inovasi serta riset dan pengembangan. Sejumlah produk, kata dia, telah memasuki tahap piloting dan trial production sebelum nantinya ditingkatkan kapasitas produksinya atau scaling up.

Setelah pertemuan, delegasi Pimpinan MPR bersama jajaran direksi Pindad melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi strategis di lingkungan PT Pindad.