NADIKABAR.COM — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengajak para santri menjadikan peringatan Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk mengenang semangat Resolusi Jihad dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Gus Kikin mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional mengingatkan kembali pada sejarah perjuangan ulama dan santri melalui Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945.
"Dan ini kita kenang kita peringati namanya Resolusi Jihad. Itu yang didahului sebelumnya dengan fatwa jihad, untuk membangkitkan semangat seluruh warga PBNU khususnya santri dan ulama, mempertahankan kemerdekaan yang sudah diproklamasikan tanggal 17 Agustus tahun 1945," katanya di Jombang, Kamis.
Gus Kikin usai apel peringatan Hari Santri 2026 di lapangan Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menjelaskan, Resolusi Jihad didahului fatwa jihad pada September 1945.
Seruan tersebut bertujuan membangkitkan semangat warga Nahdlatul Ulama, khususnya santri dan ulama, untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.