Sementara itu, Iman Luqmanul Hakim yang kini menjabat Wakil Ketua PN Jakarta Barat berharap Novyartha dapat menyelesaikan pekerjaan rumah di PN Denpasar. Ia menilai Novyartha memiliki kapasitas dan integritas untuk melanjutkan program-program yang belum sempat dia tuntaskan di PN Denpasar.
Iman menjelaskan salah satu agenda yang masih berjalan adalah penilaian Sistem Manajemen Anti-Penyuapan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung (MA), di mana PN Denpasar tahun ini masuk tahap evaluasi ulang. Selain itu, PN Denpasar juga tengah dinilai untuk akreditasi penjaminan mutu pengadilan negeri kelas 1A.
"Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik, mudah-mudahan nanti Putu Gde Novyartha bisa melanjutkan hal itu," kata Iman.
Iman juga menyinggung kerja sama lintas instansi yang telah dibangun selama masa jabatannya. Misalkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kejaksaan dalam menangani permohonan status hukum bagi anak-anak telantar yang berada di bawah naungan yayasan.
"Ini ada kerja sama tim redaksi pengadilan negeri, pemerintah daerah, dan kejaksaan negeri untuk bisa membantu anak-anak tersebut sehingga mendapatkan kepastian atau legalitas di mata hukum. Mudah-mudahan ini bisa terus dilanjutkan," ujar Iman.