Safarudin kaget setelah mengetahui salah seorang warganya diduga menjadi tentara Rusia. Keterkejutan Safarudin lantaran WOI dinilai jarang bersosialisasi dengan para tetangga.

"Pertama saya mendengarnya tuh kemarin malah, ya. Kemarin kebetulan dari siapa ya kemarin? Saya dengarlah itu kan. Cuma kalau dikatakan syok, ya dibilang syok karena itu warga saya. Dibilang tidak tidak kaget pun ya karena memang tidak terlihat mata setiap harinya, gitu. Artinya, memang dia dibilang warga secara data iya, tapi secara aktivitas kan nggak pernah kelihatan di sini, gitu," ucapnya.

Menurut Safarudin, sosok WOI bukan warga yang pendiam atau lugu. Di sisi lain, menurut Safarudin, WOI tak pernah menimbulkan masalah dengan sesama warga di lingkungannya.

"Setahu saya, bandelnya itu bandel bukan kriminal gitu, bukan. Bandelnya tuh anak itu, songong gitu, gimana sih songong? Selotokan kali, ya? Nah, nggak tahu lah istilahnya apa tuh. Jadi bukan, bukan seorang pendiam, bukan seorang yang yang istilahnya, lugu bukan," tuturnya.

"Tapi sebetulnya nggak, nggak pernah sih bikin onar di lingkungan RT 2 mah. Nggak pernah ada konflik dengan lingkungan sini, ya, RT 2. Nggak pernah," imbuhnya.

Kantor Imigrasi Kota Depok sebelumnya mengungkapkan bahwa WOI pernah mengurus paspor. WOI beralasan untuk bisnis sepatu dan tas bermerek.

"Hasil wawancara tersebut, WOI menyampaikan (membuat paspor) karena tujuannya untuk wisata ke Malaysia dan usaha mendukung usahanya sebagai penjual sepatu dan tas branded secara online di Depok," kata Kepala Imigrasi Depok Irvan Triansyah kepada wartawan, Kamis (3/9).