"Bergerak berarti tidak berhenti pada kepedulian, tetapi menerjemahkannya menjadi aksi nyata. Dan berdampak berarti memastikan setiap langkah yang kita lakukan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat," paparnya.

Masih dikatakan Novita, donor darah menjadi kegiatan yang relevan dengan semangat tersebut, karena darah hanya dapat diperoleh dari manusia untuk membantu manusia lainnya.

Karena itu, Novita menyakini, kegiatan donor darah menjadi cara yang tepat bagi PIRA untuk memaknai kedewasaan organisasi. Dalam kegiatan tersebut, sambungnya, hasil donor ditujukan untuk mendukung kebutuhan pasien di RS Kanker Dharmais.

"Dari data RS Kanker Dharmais, Unit Transfusi Darah rumah sakit membutuhkan sekitar 2.500 hingga 3.000 kantong komponen darah setiap bulan," ungkap Ketum PIRA.

Diakui Novita, kegiatan donor darah serupa telah dilakukan PIRA pada peringatan HUT ke-17 tahun lalu melalui kerja sama dengan KESIRA dan UTD RS Dharmais. Saat itu, kata Novita, lebih dari 200 orang yang mendaftar, sebanyak 181 orang berhasil menjadi pendonor.

"Tahun lalu itu awal yang baik, tetapi bagi saya itu baru permulaan. Hari ini kita menargetkan 250 peserta dan 200 kantong darah untuk RS Kanker Dharmais," serunya.