"Indonesia memiliki warisan sejarah dan peradaban yang kaya, mulai dari prasejarah era Megalitikum, era klasik yang diawali dari Kerajaan Kutai, Sriwijaya, Mataram Kuno, hingga Kahuripan di bawah kepemimpinan Raja Airlangga, serta era Singosari dan Majapahit. Dan kita juga memiliki Kekayaan budaya Indonesia yang tercermin dalam seni pertunjukan, kuliner, keberagaman suku dan bahasa, adat istiadat, wastra, hingga sastra. Semua kekayaan tersebut berpadu menjadi keindahan alam nusantara, sehingga kekuatan budaya menjadi daya tarik Indonesia di mata dunia," kata Putu.

"Hari museum merupakan momentum untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, pengelola museum, komunitas, akademisi, dunia usaha, media dan masyarakat dalam memajukan kebudayaan nasional. Mari kita gaungkan museum, mari kita muliakan kebudayaan, mari kita muliakan segala peninggalan leluhur kita melalui museum, karena museum adalah rumah kebudayaan," imbuhnya.

Sejarah permuseuman Indonesia diawali dengan berdirinya Museum Nasional pada 24 April 1778, melalui organisasi Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Sejumlah museum bersejarah kemudian berdiri, di antaranya Museum Radya Pustaka di Surakarta (1890), Museum Bali (1932), dan Museum Sonobudoyo di Yogyakarta (1935).