Marciano menilai kejuaraan Pacu Kuda kali ini membawa beragam dampak positif, baik pembinaan atlet berkuda Pacu, pemanfaatan fasilitas venue warisan PON, perekonomian masyarakat dan juga hiburan masyarakat atauTrauma Healingatas kondisi bencana yang telah dihadapi.

"Pertama, ajang ini melanjutkan tradisi Pacu Kuda yang begitu melekat dengan budaya masyarakat Aceh, sekaligus menjadi sarana pembinaan berkesinambungan bagi atlet-atlet berkuda pacu dalam menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Sumba, Nusa Tenggara Timur," ujar Marciano.

Selain sebagai wadah pembinaan, Marciano juga menyoroti pemanfaatan sarana dan prasarana pasca-PON. Lapangan H.M. Hasan Gayo Belang Bebangka yang sebelumnya digunakan pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut, dinilainya sebagai salah satu arena Pacu Kuda terbaik di Indonesia dengan animo masyarakat yang sangat luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa venue peninggalan PON memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah.