Cicit KH Hasyim Asy'ari itu ingin menjadikan naskah Qanun Asasi sebagai panduan NU dalam perjalanan jamiyyah ke depan. Gagasan itu berangkat dari penemuan naskah autentik Qanun Asasi ketika Gus Kikin bertugas di Pesantren Tebuireng.

"Kebetulan saya juga ada menemukan satu naskah yang ditulis oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, (yaitu) Qanun Asasi," ujarnya.

"Qanun Asasi ditulis tahun 1926, selesai 1928 itu kemudian diimplementasikan di kegiatan NU dan itu merupakan road map," imbuh Gus Kikin menguraikan.