"Untuk hadir di dalam ruangan ini, sebetulnya kalian sudah juara. Karena kalian sudah melewati perjuangan mulai dari mempersiapkan konsep, berlatih, dan yang pasti segala upaya untuk bisa hadir. Yaitu menyiapkan kostum, transportasi, akomodasi itu memerlukan biaya yang tidak sedikit," ujar Tri, dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).
Lebih lanjut, Tri menilai para peserta telah menjadi contoh bagi masyarakat karena menunjukkan semangat untuk berolahraga sekaligus menghadirkan kreasi yang mencerminkan keberagaman daerah. Menurutnya, semangat tersebut perlu dipertahankan dan diteruskan di lingkungan masing-masing.
Ia menjelaskan kegiatan olahraga yang digerakkan Perwosi tidak hanya berfokus pada pembinaan atlet berprestasi. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi wadah keluarga untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi pada masa depan.
"Tapi kita bersama-sama bergerak agar olahraga menjadi salah satu wadah bagi keluarga untuk menciptakan generasi-generasi yang bisa kita andalkan di masa yang akan datang. Khususnya Indonesia Emas 2045 yang tidak lama lagi karena kalian yang akan menjadi generasi emas tersebut," paparnya.