NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para santri pramuka peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai langkah menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.
Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini sehingga akan menjadi kebiasaan yang dilakukan turun temurun.
"Anak-anak belajar bahwa menjaga alam itu membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab dan kami sedang menanamkan kesadaran bahwa lingkungan yang baik itu harus dijaga bersama," kata Khofifah.
Khofifah menyampaikan upaya menumbuhkan kesadaran menyangkut kepedulian terhadap lingkungan telah diimplementasikan melalui kegiatan penanaman 1.000 pohon yang dilaksanakan di lokasi penyelenggaraan PPSN VI di Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang.
Sebanyak 1.000 pohon yang ditanam meliputi 300 batang pohon mangga, 300 batang pohon pule, 300 batang pohon tabebuya, dan 100 batang pohon maja.
"Karena topografi tanahnya cocok untuk itu makanya kami mengkoordinasikannya," ujarnya.
Ia menyatakan, melalui langkah tersebut para santri pramuka diajarkan tentang salah satu cara memastikan keberlanjutan kehidupan di bumi.
Menurutnya, dengan menanamkan pohon, maka seluruh peserta PPSN VI turut terlibat aktif di dalam melakukan sedekah oksigen.
Setiap pohon yang ditanam dan dirawat dengan baik akan menyerap karbon dioksida dan menyimpannya sebagai biomassa.
Oleh karena itu, dia menegaskan penanaman pohon menjadi langkah nyata untuk meningkatkan cadangan karbon dan mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
Lebih lanjut, katanya, apa yang telah dilakukan para santri pramuka sekaligus memastikan berjalannya komitmen Indonesia dalam Persetujuan Paris yang telah diratifikasi pada 2016.
Kemudian, menjadi bagian dari penguatan kebijakan pelestarian lingkungan lewat Jatim Lestari di dalam Nawa Bhakti Satya.
"Anak-anak santri ini kita ajak untuk mencintai lingkungan dengan cara yang sederhana, yaitu menanam. Jangan sampai cinta lingkungan hanya menjadi pengetahuan tetapi harus menjadi kebiasaan," ucap dia.
Diharapkan pengalaman yang didapatkan selama mengikuti PPSN VI di Malang dapat dilanjutkan oleh seluruh santri pramuka di masing-masing tempat tinggalnya.