"Jadi hari ini yang kami lakukan adalah bagian kecil dari upaya yang sudah dilakukan Pak Bupati Blitar. Kami memberikan substitusi support suplai air, karena memang kekeringan yang terjadi pada musim kemarau yang cukup ekstrem dan panjang ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat," terang Khofifah kepada wartawan di Blitar, Sabtu (5/9/2026).

Khofifah menyebut BPBD Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan berbagai upaya untuk menjangkau dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Termasuk terhadap 24 kabupaten/kota yang telah mengeluarkan surat keputusan darurat kekeringan.

"Adanya salat Istisqa yang memohon kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan itu juga hal baik. Kemudian Pemprov sebetulnya sudah melakukan koordinasi untuk bisa melakukan modifikasi cuaca, yang jelas kami tetap berupaya untuk itu," jelasnya.