NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut sebanyak 25 daerah telah mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada pemerintah provinsi (pemprov) setempat untuk menangani masalah kekeringan selama kemarau.

Khofifah setelah meninjau pendistribusian bantuan air bersih di Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan, kekeringan tak lepas dari munculnya El Nino yang menyebabkan kemarau berlangsung lebih kering dan cukup panjang.

"Daerah yang membutuhkan droping air sudah mengeluarkan surat darurat, ada 24 daerah terus beberapa hari kemarin bertambah satu daerah, jadi 25 daerah," kata Khofifah.

Khofifah menyampaikan, upaya menangani bencana kekeringan tidak hanya dengan mengirimkan bantuan air bersih ke lokasi terdampak, tetapi juga lewat berbagai upaya.

Ia menyampaikan, strategi menangani kekeringan, seperti operasi modifikasi cuaca (OMC) yang melihat pada perkiraan pertumbuhan awan sehingga bisa memicu terjadinya hujan.

OMC lanjutnya, tetap dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Di beberapa tempat hujan ringan sampai dengan sedang," ucapnya.

Pihaknya melaksanakan pipanisasi di beberapa titik untuk mengalirkan air dari sumber ke wilayah pemukiman penduduk.

Dia mencontohkan, di wilayah Kabupaten Malang pipanisasi sudah dilakukan di Kecamatan Singosari sepanjang 17 kilometer dan langsung terhubung dengan sumber air di Gunung Arjuno.

Selanjutnya, di area pemukiman di sekitar Gunung Bromo, pipanisasi pun telah dilaksanakan dengan panjang mulai 11-16 kilometer.

Sedangkan, di Desa Pagak, pihaknya menilai jika lokasi setempat memiliki potensi untuk dibangun sumur bor guna mengatasi kekeringan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto, mengatakan, 25 daerah mengajukan bantuan air bersih semuanya merupakan kabupaten dan tidak ada wilayah kota.

"Kalau untuk detailnya yang sudah mengeluarkan status darurat, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, dan Malang," katanya.

Selanjutnya, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik Lamongan, Bojonegoro, Pacitan, Tuban, Sampang, Kediri, Nganjuk, dan Sumenep.

Gatot menjelaskan, daerah yang mendapatkan suplai air bersih rata-rata merupakan wilayah dengan jarak ke sumber mata air kurang lebih sejauh tiga kilometer atau dalam artian kering kritis sehingga membutuhkan bantuan.

"Seandainya di bawah tiga kilometer masih bisa ditangani oleh daerah. Alhamdulillah di sini (Desa Pagak) kami sudah memberikan 100 jerigen, tiga tandon bundar, dan dua tandon lipat," tuturnya.