NADIKABAR.COM — Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk mengoptimalkan pelaksanaan Evaluasi dan Monitoring (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026.

"Melalui kegiatan konsolidasi dan pembekalan motivasi guna mengoptimalkan pelaksanaan Evaluasi dan Monitoring (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026," kata Ketua KI DKI Jakarta Harry Ara Hutabarat di Jakarta, Sabtu.

Kegiatan yang berlangsung di Stavia Riverside, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/11) tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat soliditas tim, meningkatkan profesionalisme, serta menyelaraskan arah kerja seluruh jajaran dalam menghadapi agenda puncak E-Monev pada akhir tahun.

Selain itu, kegiatan konsolidasi tersebut bukan sekadar agenda rutin menjelang penutupan program tahunan, melainkan momentum penting bagi seluruh jajaran untuk melakukan refleksi dan membangun semangat baru dalam menjalankan tugas kelembagaan.

"Momen hari ini bukan hal yang biasa, kesempatan ini adalah anugerah. Tolong digali betul, semoga ke depan kita punya motivasi yang baru terkait pelaksanaan E-Monev," ujar Harry.

Menurut dia, pertemuan tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk menggali berbagai masukan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan E-Monev.

Penguatan kapasitas SDM dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan seluruh tahapan evaluasi dan pemantauan keterbukaan informasi publik berjalan secara optimal, terarah, dan sesuai dengan tujuan lembaga.

Sementara itu, Komisioner KI DKI Jakarta Agus Wijayanto mengatakan, konsolidasi tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh personel untuk sejenak keluar dari rutinitas pekerjaan harian guna melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus menyegarkan kembali semangat kerja.

"Ini bagian dari puncak kegiatan kita di akhir tahun. Semoga insight yang diberikan dapat menjadi penyemangat kita. Ini saatnya jeda sebentar untuk recharge energi, sekaligus berkonsolidasi mengenai apa saja yang harus kita lakukan ke depan," kata Agus.

Agus menilai, penyegaran semangat kerja dan penyamaan persepsi diperlukan agar seluruh jajaran memiliki pemahaman serta komitmen yang sama dalam menjalankan program lembaga.

Selain peningkatan kinerja, Agus juga mengingatkan pentingnya menjaga reputasi, integritas, dan profesionalisme KI DKI Jakarta sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam mendorong keterbukaan informasi publik.

"Ini harus kita jaga. Reputasi, integritas, dan nama baik lembaga harus terus dipertahankan. Pengalaman dan rekam jejak kerja di sini akan menjadi portofolio yang sangat baik bagi teman-teman sekalian," ucap Agus.

Agus menegaskan, kualitas kerja setiap personel turut menentukan kredibilitas lembaga.

Oleh karena itu, seluruh jajaran diharapkan dapat mempertahankan standar profesionalisme dalam melaksanakan setiap tanggung jawab organisasi.

Dalam kegiatan tersebut, KI DKI Jakarta juga menghadirkan motivator dan trainer Subagyo untuk memberikan pembekalan motivasi serta penguatan etos kerja kepada seluruh peserta.

Dalam pemaparannya, Subagyo mengajak seluruh jajaran agar senantiasa memberikan kemampuan terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

"Kita harus maksimal dalam bekerja. Dedikasi dan komitmen penuh adalah kunci utama untuk mencapai hasil kerja lembaga yang optimal," kata Subagyo.

Dia juga menyoroti pentingnya membangun soliditas dan kerja sama tim dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan E-Monev.

Menurut Subagyo, keberhasilan suatu program kelembagaan tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi membutuhkan sinergi, komunikasi terbuka, serta dukungan antarpersonel.

Kolaborasi tersebut harus terbangun di seluruh unsur organisasi, mulai dari jajaran pimpinan, komisioner, tenaga ahli hingga seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Dengan kerja sama yang kuat, setiap tantangan dalam proses evaluasi dan pemantauan diharapkan dapat diselesaikan secara lebih efektif sehingga target kelembagaan dapat tercapai.

Kegiatan konsolidasi tersebut diikuti seluruh Komisioner dan Tenaga Ahli KI DKI Jakarta. Selain menjadi sarana penguatan motivasi, agenda itu juga dimanfaatkan untuk memperjelas arah tata kelola pemantauan keterbukaan informasi publik serta mempersiapkan jajaran menghadapi tahapan puncak E-Monev 2026.

Melalui kegiatan tersebut, KI DKI Jakarta optimistis dapat meningkatkan efektivitas kerja organisasi sekaligus memperkuat pelaksanaan pengawasan terhadap keterbukaan informasi publik di lingkungan badan publik wilayah DKI Jakarta secara berkelanjutan.