"Assalamualaikum wr. wb.Aku ingin memberikan sedikit penjelasan mengenai video lama yang belakangan ini kembali beredar dan menimbulkan berbagai tanggapan. Pertama-tama, aku ingin meminta maaf kepada teman-teman yang merasa tersinggung dengan ucapan dalam video tersebut. Aku memahami bahwa ada pilihan kata yang mungkin terdengar kurang tepat, terlepas dari maksudku saat itu.
Sebagai konteks, video tersebut diambil pada tahun 2023, ketika aku bersama beberapa pengisi acara lainnya diundang untuk menghadiri peresmian Bandara Internasional Kertajati. Dalam perjalanan tersebut, kami berkesempatan berada dalam satu pesawat bersama Menteri Perhubungan saat itu.
Sebagai seorang komika yang dikenal dalam bidang roasting, aku memang sering menggunakan candaan, sindiran, dan sarkasme untuk menanggapi berbagai situasi. Begitu pula dengan ucapan dalam video tersebut, termasuk penggunaan istilah "rakyat jelata", yang sebenarnya aku maksudkan sebagai sindiran terhadap fenomena flexing pada saat itu, dan bukan untuk merendahkan masyarakat. Karena aku pun memposisikan diri sebagai "rakyat jelata" yang baru pertama kali naik private jet.
Namun, aku juga menyadari bahwa apa yang kita maksudkan tidak selalu sama dengan apa yang orang lain pahami atau rasakan, dan sebagai seseorang yang memiliki ruang untuk banyak didengar, aku punya tanggung jawab untuk lebih berhati-hati dalam memilih kata-kata.