Ia menyebutkan dari sisi operasi, Kilang Balongan berhasil mengurangi nyala api flare atau gas suar bakar sehingga dapat menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi.

"Pengurangan nyala flare juga berarti kita dapat mengoptimalkan pemanfaatan energi sekaligus menekan emisi gas rumah kaca," ujarnya.

Pihaknya mencatat juga mencatat penghematan lebih dari Rp100 miliar per tahun, melalui perbaikan dan perubahan pola operasi pompa CW 56-P-101.

Selain itu, Kilang Balongan mulai melakukan uji coba pengolahan Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah menjadi produk berupa propylene, LPG, dan gasoline melalui unit Residue Catalytic Cracking (RCC).

Ia menekankan, pelaksanaan sejumlah pekerjaan pemeliharaan kilang membutuhkan kesiapan operasional dan keselamatan kerja.