"Pameran ini tampaknya bertujuan untuk menyoroti pencapaian program pengembangan sains pertahanan Kim. Hal ini memberikan kesan sebagai propaganda yang dimaksudkan untuk meraih keuntungan strategis menjelang potensi pertemuan puncak antara Korea Utara dan AS," sebut Shin.
Para analis juga mengatakan bahwa museum tersebut juga mencerminkan upaya lebih luas dari Kim Jong Un untuk mengubah pameran persenjataan Korut menjadi simbol abadi atas pencapaian militer rezim tersebut.
"Dengan mengubah pameran senjata yang dulunya bersifat sementara menjadi museum permanen, Kim melembagakan pencapaian militernya dan menampilkan pengembangan kemampuan nuklir dan rudal Korea Utara sebagai warisan yang telah rampung dan abadi," kata Profesor Lim Eul Chul dari Institut Studi Timur Jauh pada Universitas Kyungnam.
Laporan ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya mungkin bertemu Kim Jong Un dalam kunjungan yang direncanakan ke Asia. Trump diperkirakan akan menghadiri KTT APEC di China pada pertengahan November.