"Tapi sayangnya terkadang kita dalam peran baru ini kita ada kehilangan identitas diri kita sendiri. 'Gua tahu banyak banget tentang anak-anak gua, tapi tentang diri sendiri kok kayaknya hilang ya semua itu'," tuturnya.
Situasi tersebut kian diperberat oleh pandangan lingkungan yang mengharuskan seorang ibu mengesampingkan kebahagiaan pribadinya. Menurutnya, pola pikir semacam ini perlu diluruskan agar para ibu rumah tangga tidak merasa bersalah ketika meluangkan waktu untuk merawat diri sendiri.
"Boleh lho kamu mencintai diri kamu sendiri, gak cuma mencintai anak-anak kamu doang 100 persen. Memang iya, kita sayang banget sama anak-anak kita, tapi kita juga harus sayang sama diri kita sendiri," ungkapnya.