Dia bercerita, kala itu, ia secara rutin membagikan jadwal layanan door-to-door kepada masyarakat melalui Facebook dan WhatsApp. Dalam sehari, Ria melakukan tiga kali perjalanan, yakni pada pukul 10.00 WIB, 14.00 WIB, dan 17.00 WIB. Dengan mengendarai sepeda motor sambil membawa mesin EDC MPOS BRILink, ia mendatangi rumah warga hingga tempat usaha dalam radius sekitar tiga kilometer untuk melayani kebutuhan transaksi mereka.

Inovasi tersebut berbuah manis. Melihat perkembangan usaha serta dampak sosial yang nyata, Ria mengambil keputusan berani untuk memfokuskan seluruh energinya menjadi BRILink Agen dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Pelangiran.

β€œTerhitung, saat ini kita biasanya melayani rata-rata 70 hingga 80 transaksi per hari, transaksi yang sering dilakukan masyarakat mulai dari jasa transfer, pembayaran belanja daring (BRIVA), hingga pencarian tunai dalam jumlah besar,” ucapnya.

Kehadiran BRILink Agen Ria juga perlahan mendorong pergeseran dari praktik rentenir di wilayahnya menuju pemanfaatan layanan keuangan formal. Masyarakat yang sebelumnya mengandalkan praktik tersebut mulai memanfaatkan BRILink Agen Ria untuk bertransaksi sekaligus mengenal produk simpanan dan pembiayaan BRI.