Lokasi yang dikenal orang ketika mereka sekeluarga mangkal di depan toko swalayan kawasan Japos, Tangerang, Banten.
Hasil dari jualan lukisan Agista ini bisa membantu ayahnya untuk membeli beras untuk keluarga.
Dari sinilah kabar baik berpihak kepada Agista dan keluarga. Kehidupannya berbalik ketika karya lukisannya itu viral di jagad media sosial melalui banyak unggahan konten orang-orang baik, dan kemudian dipertemukan dengan tim penyaring dari Kementerian Sosial untuk membawanya masuk ke dalam program Sekolah Rakyat.
Kini, setelah delapan bulan berada di asrama, Agista tidak hanya mahir membaca dan menulis, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler mulai dari silat, menari, karate, bahasa Inggris, hingga Pramuka dengan rutinitas harian yang disiplin.
Di balik semangat barunya dalam menimba ilmu, Agista tetap menyimpan kecintaannya pada dunia seni lukis dan bertekad untuk mewujudkan mimpi besarnya.
Dia ingin melukis langsung Presiden Prabowo Subianto di tempat yang ia sukai yakni pantai dan gunung. Presiden dinilainya sebagai sosok pemimpin yang peduli dengan kehidupan dan masa depan anak-anak dari keluarga miskin.