Ketekunan Bripka Nur Alam bahkan mendapat perhatian dari warga. Sejumlah warga memintanya untuk tinggal di desa binaan agar dapat lebih maksimal mendampingi anak-anak dalam belajar membaca Al-Qur'an.

"Warga sering meminta saya tinggal. Tapi sulit juga, karena kita sebagai polisi juga banyak tugas lain yang tidak kalah penting," terangnya.

Pengabdian Bripka nur Alam tidak berhenti pada kegiatan mengajar mengaji. Dia bersama seorang ulama setempat kini tengah merancang program yang lebih besar, yakni membangun rumah tahfidz Al-Qur'an.

"Ini rencana sementara kita cara lokasi di mambi. Rencana mau buat sekolah tahfidz quran bersama seorang ustadz," ungkapnya.

Nantinya rumah tahfidz tersebut terutama bagi masyarakat khususnya yang kurang mampu. Anak-anak maupun orang tua yang ingin belajar membaca Al-Qur'an dapat mengikuti pembelajaran tanpa dipungut biaya.

"Yang tidak mampu, orang tua tidak mampu baca tulis alquran kita kasih masuk semua di sana, gratis. Kamis sementara berusaha cari lahan, Insya Allah terwujud," beber Bripka Nur Alam.

Baginya, pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak juga merupakan bentuk pengabdian yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dia berharap kegiatan yang dijalankannya tidak hanya membantu anak-anak mengenal dan membaca Al-Qur'an, tetapi juga semakin mendekatkan kepolisian dengan masyarakat.

"Selain memberikan rasa aman dan tentram kepada masyarakat, melalui kegiatan ini kami berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri," pungkasnya.