NADIKABAR.COM — Di bawah langit Desa Maleber, Kabupaten Kuningan, sosok Soleh Ardi menjalani hari-harinya dengan bersahaja. Pria berusia 54 tahun ini adalah potret nyata tentang bagaimana keterbatasan pendidikan bukan penghalang bagi mimpi yang besar.
Meski hanya mengantongi ijazah sekolah dasar dan menggantungkan hidup sebagai buruh harian, Soleh berhasil membuktikan bahwa kegigihan mampu mengantarkan anak-anaknya merengkuh gelar sarjana.
Perjalanan hidup Soleh tidaklah mudah. Ia telah ditempa kerasnya kehidupan sejak belia. Saat masih remaja, ia harus kehilangan kedua orang tuanya dan menjadi yatim piatu. Kondisi itu memaksanya mengubur impian bersekolah demi menyambung hidup.
"Saya kan dari usia 15 tahun sudah tidak punya orang tua. Jadi saya mandiri sendiri. Ya ada saudara, tapi kan saudara masing-masing punya kehidupan. Saya mandiri dari bujang sampai sekarang anak empat," tutur Soleh.