"Aku berpikir, 'Dia tidak akan punya ibu. Dia akan tumbuh besar tanpa seorang ibu.' Aku tidak sanggup membayangkannya. Aku tidak ingin dia hidup tanpa ibu," ujarnya.

Stewart sempat berada dalam kondisi kritis selama lebih dari dua minggu. Karena lengannya yang terluka parah, ia terpaksa harus melewati amputasi lengan. Stewart mengaku masih belum menerima kondisi itu sepenuhnya.

"Aku sering merasa sangat frustrasi. Tahu tidak, August suka mengangkat tangannya dan ingin aku menggendongnya. Aku sangat ingin melakukannya, aku benar-benar ingin menggendongnya, tapi aku tidak bisa," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa ia berhasil melaluinya dengan membawa pengetahuan dan kekuatan yang sebelumnya tidak ia miliki. Stewart ingin menegaskan jika ia bukanlah sekadar perempuan yang diserang hiu di pantai.

"Aku bukan sekadar gadis yang diserang habis-habisan di pantai. Aku adalah perempuan yang memukul wajah hiu itu," tegasnya.