Larasati kemudian memberanikan diri untuk mengikuti seleksi BSI Scholarship Unggulan. Ia berkonsultasi ke kakaknya yang memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Indonesia untuk menyempurnakan esai beasiswanya.
Setelah berhasil lulus tahap awal, ia harus mengikuti psikotes. Larasati mengerjakan sekitar 500 soal secara daring melalui Zoom selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Tantangan berikutnya datang saat tahap wawancara. Saat itu, ia belum memiliki laptop sehingga harus mengikuti proses seleksi dengan perangkat seadanya.