"Kesulitannya ada beberapa kasus yang harus ditindaklanjuti. Tetapi keterbatasan mereka saat dalam bencana ini menjadi pertimbangan yang cukup sulit untuk diputuskan. Dalam hal ini, kami sudah komunikasikan dengan petugas setempat untuk ditindaklanjuti," ungkapnya.

Dengan senter kepala terpasang di dahi dan kotak-kotak plastik obat darurat, Yuli bersama tim menyisir satu per satu tenda pengungsian. Berkoordinasi dengan puskesmas setempat, tim medis dari Sukabumi ini bergerak ke kantong-kantong pemukiman lain di wilayah Elar.

Menurut Yuli, sedikitnya 387 warga berhasil mendapatkan pertolongan medis langsung.

"Kp. Nu, Desa Compang Soba ada 84 jiwa, di Kp. Nao dan Kp. Toro 136 jiwa kemudian Kp. Dupa 93 jiwa dan di Kp. Reseh, Desa Sisir 74 jiwa," tuturnya merinci.

Tugas kemanusiaan di wilayah bencana bukan kali pertama bagi perawat pesisir selatan Sukabumi ini. Sebelumnya, Yuli juga aktif terjun bersama relawan Jampang Peduli ke berbagai musibah besar di tanah air, termasuk misi kemanusiaan di Aceh.

"Kesulitannya akses jalan, tapi dengan tekad kuat alhamdulillah berjalan lancar. Semoga pelayanan kami bisa memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat di sini," tutup Yuli.