NADIKABAR.COM — Xenotransplantasi atau transplantasi organ hewan ke manusia sudah mulai dilakukan oleh ilmuwan. Meski hasilnya beragam, ilmuwan berhasil menemukan metode baru penyuntingan gen, agar organ hewan tidak langsung ditolak oleh tubuh manusia.
Lewat penyuntingan gen, organ hewan dapat dimodifikasi agar lebih sesuai dengan tubuh manusia. Teknik tersebut digunakan dalam xenotransplantasi babi yang diterima Tim Andrews di Massachusetts General Hospital tahun lalu.
Ginjal yang diterimanya telah dimodifikasi menggunakan teknologi CRISPR-Cas. Modifikasi tersebut dilakukan untuk menghilangkan tiga antigen utama yang dapat dikenali sebagai ancaman oleh sistem kekebalan tubuh manusia, memasukkan tujuh gen manusia, serta menonaktifkan sekuens virus bawaan pada babi.
Andrews, yang saat itu berusia 66 tahun, mengalami penyakit ginjal stadium akhir akibat diabetes tipe 2. Peneliti memperkirakan peluangnya dalam waktu dekat untuk mendapatkan donor sangat sulit.
Peneliti menuturkan peluang pasien mendapatkan donor dalam 5 tahun hanya sekitar 9 persen. Sementara, peluangnya meninggal saat menunggu lebih dari 40 persen. Ini terjadi akibat jumlah donor yang memang tidak mencukupi kebutuhan.
"Kekurangan organ merupakan krisis terbesar yang kita hadapi saat ini dalam bidang transplantasi," ujar penulis utama penelitian, Dr. Leonardo Riella, dikutip dari IFLScience, Selasa (8/9/2026).
Akhirnya dipilihlah xenotransplantasi ini sebagai 'bridge of transplant', yaitu menjaga pasien tetap hidup sampai akhirnya mendapatkan giliran untuk donor organ manusia. Meski perkembangan penelitian xenotransplantasi semakin mengesankan, prosedur ini masih bersifat eksperimental.