NADIKABAR.COM — Kehadiran Nabi Muhammad SAW ke muka bumi bukan hanya membawa risalah petunjuk bagi umat manusia, melainkan juga sebagai bentuk rahmat serta keberkahan bagi seluruh alam semesta dan seisinya. Salah satu bukti nyata kenabian beliau adalah terpancarnya mukjizat dahsyat yang mampu mengatasi kesulitan umat manusia.

Seperti kisah ketika Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan saat terjadi kemarau panjang. Turunnya hujan atas doa yang dipanjatkan menjadi bukti mukjizat nyata kemuliaan Nabi Muhammad SAW dan kemurahan hati Allah SWT.

Kisah mengenai Rasulullah SAW meminta hujan turun pada saat kemarau panjang terjadi ketika beliau masih kecil. Merangkum buku Kisah Nabi Muhammad karya Yoyok Rahayu Basuki, pada suatu ketika orang-orang Quraisy mendatangi paman Rasulullah SAW, Abu Thalib untuk menyampaikan kerisauan mereka akibat kemarau panjang.

Mereka berseru demikian, "Wahai Abu Thalib, lembah sedang kekeringan dan kemiskinan melanda. Marilah berdoa meminta hujan."

Atas permintaan ini, Abu Thalib keluar rumah bersama dengan Nabi Muhammad SAW kecil mendatangi Ka'bah. Setibanya, Abu Thalib menempelkan punggung Rasulullah SAW ke dinding Ka'bah dan berdoa meminta hujan. Kemudian, mendung pun datang dari segala penjuru, lalu menurunkan hujan yang sangat deras hingga tanah di lembah-lembah dan di ladang menjadi gembur.

Dikisahkan dalam buku Cinta Seribu Dirham: Merajut Kerinduan kepada Rasulullah Al-Mustafa karya Miftahur Rahman el-Banjary, kejadian serupa juga terjadi ketika Nabi Muhammad SAW telah menjadi rasul. Saat itu, Rasulullah SAW tengah berkhotbah di masjid, kemudian seorang laki-laki masuk dan berkata,