Melalui platform streaming ini, para tunanetra di Sukabumi tak lagi sekadar menjadi pendengar pasif. Mereka memegang kendali penuh atas produksi siaran.

Sehari-hari, mereka mengasah kemampuan sebagai penyiar, reporter lapangan, penyusun program, hingga bertindak sebagai tim pemasar yang menawarkan ruang iklan. Selama satu tahun terakhir, para disabilitas netra berdaya secara mandiri untuk pembuatan radio streaming ini.

Inovasi ini sekaligus menjadi kawah candradimuka bagi warga disabilitas untuk menguasai keterampilan public speaking, jurnalistik, teknologi informasi, hingga manajemen media modern.

"Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan penglihatan bukanlah hambatan untuk berkarya dan memberikan manfaat kepada masyarakat," tambahnya.